Senin, 09 April 2012

[1] Tracking DPMer'11

Cerita ini tentang keluarga DPM'11 IT Telkom di Katumiri, hari Minggu 080412.


Kampus Putih-Biru
Jihan, seorang mahasiswa IT Telkom dari daerah ujung barat Indonesia, Nangroeh Aceh Darussalam menjadi Pionir terselenggarannya acara di hari ini. Dibantu temannya Eva dan Tito Toriq mengatur segala keperluan dan akomodasi. Facebook_jejaring sosial (DPM IT Telkom 2011), menjadi pilihan utama menyampaikan usulan agenda yang satu ini dengan mem-posting sebuah gambar Gubuk kayu (seperti Villa mini). Beberapa komen dan postingan baru terkait event kekeluargaan pun bermunculan…dan putusan lokasi jatuh ke daerah Katumiri. Jarkom via SMS oleh ketiga panitia pun bersebaran menghiasi alias memenuhi inbox kami (DPMer dan Setjend DPM 2011). Bangun-membangunkan, ingat-mengingatkan diantara kami menjadi kesibukan pagi ini…kumpul di Kampus, samping ATM Mandiri. Confirm-er yang masuk ke Jihan ada sekitar 20-21 orang, tapi apa hendak dikata…
6 orang yang nongol untuk gabung, padahal Jihan sudah membeli nasi dan memasak banyak ekivalen dengan jumlah Confirm-er. Beberapa orang yang lain berhalangan dan disibukkan dengan aktivitas lainnya, adapun Doni dan Gendys menyusul sedangkan Tito menunggu di Cimahi., Diantara kami memutuskan untuk tetap berangkat, Kekecewaan tetap ada dan berusaha kami redam, Mengapplikasikan teori Positive Thinking… pasti ada hikmah dibalik ini semua. InsyaAllah… setelah saya (gue Tohir) menunggu dari sekitar jam 7.00, akhirnya pukul 08.15 kami berangkat.

Perjalanan hari ini dimulai

Go to Katumiri

Porsi daya tampung angkot 15an orang Cuma diisi 7 orangan + supir, wah omber (alias lapang). Doa bersama kami panjatkan kepada Allah swt seraya meminta yang terbaik buat kebaikan kami bersama untuk kegiatan hari ini. Oboral-obrolan kecil pun bergema sesambil menikmati goyangan angkot. Alhamdulillah, perjalanan lancar meskipun tidak melewati jalan Tol…Ketika tiba di daerah Cimahi, setelah masuk Jl. Cianjuang si Angkot ijo pun mesti sabar dalam melaju, karena terjadi sedikit kemacetan…di jalan itu pula kami berjumpa dengan Tito Toriq -rumah di Cimahi-. Angkot semakin berkurang bebannya setelah Eva keluar mencari Celana Training bersama Tito naik motor.

Al-Qur'an in Our Heart
Saat itu, posisi duduk saya di bagian depan deket  A.supir. Ketika di Pertigaan Jl.Cianjuang, saya melihat angkot warna ijo di depan saya persis…kagum muncul dalam benak diri. Bukan karena angkotnya, tapi
orang yang berada di dalam angkot tersebut. Pemandangan yang jarang saya temui -mungkin bagi kami-, Seorang perempuan yang sedang membuka Al-Qur’an, entah beliau sedang membaca, menghafal atau memaknai arti-arti kalamullah, intinya kedekatan beliau dengan Al-Qur’an…Subhanallah. Jarang bagi kita (orang Islam) -mungkin ada perasaan malu, takut muncul Riya’ atau takut dikatakan sok Alim- ketika berinteraksi  dengan Al-Qur’an di tempat umum atau kendaraan umum. (Hikmah : Pasti Allah swt. menjaga Kitab Suci-Nya melalui orang-orang seperti beliau, InsyaAllah). Di balik kesibukan aktivitas Duniawi, tetap berusaha dekat dengan_Nya...



Alhamdulillah keluar dari kemacetan dan sekarang bagian jalan menanjak. Ini ada satu hikmah lagi -versi pribadi- dari sedikitnya jumlah orang yang join dalam agenda kali ini yaitu ketika nanjak, tiba-tiba mobil mogok-jalan, mogok-jalan…beberapa kali. Banyangkan ketika angkot penuh pada saat itu, kemungkinan agenda kala itu dihabiskan di jalan…untuk mengurusi mobil. Hal ini bukan kebetulan semata, tapi pasti ada campur tangan -kehendak-  Allah SWT. Tanjakan terlewati dengan cukup mudah…Puji Syukur kepada-Nya.

Arrived at Katumiri

Moncong mobil memasuki area Katumiri dan berhenti di tempat Loket masuk, Pembayaran 6 orang -40rb, sopir bantu tawar jadi 35rb + Angkot-. Bea masuk Rp. 6.000,-/orang Dewasa. Menilik jam menunjukkan pukul 10.05 WIB. Jihan melakukan Registrasi dan yang lain duduk-duduk, foto-foto, dll…

TRACKING
Start Tr
Pukul 10.20an, Setelah registrasi, bergabungnya Eva n Tito, dan seuasi persiapan keberangkatan… perjalanan menuju air terjun dimulai… Kami -Tohir, Wawan, Tito, Danang, Tifan,  Jihan, Eva, dan Martha- menapaki jalan yang terjal, licin, dan berlika-liku…itu semua bukan suatu hambatan ketika kita disuguhi pemandangan hasil Karya Cipta Sang Pencipta yang wonderful view lah pokoknya. Tak salah jika kita berjalan baru beberapa meter saja, besautan suara satu sama lain untuk minta diambilkan foto -bukan narsis, tapi kawannya Narsis-. Cerita lucu selama perjalanan, yaitu CEO Jihan takut licin dan ketinggian -aneh dan benar-benar asli dah-, aneh aja kalau takut ketinggian tapi pilih tempat outbond di pegunungan -ga lucu banget deh-. Selama meniti jalan, beberapa kali Jihan bertingkah aneh, banyangkan jalan yang bergitu ekstrim buanget -hiperbola- disapu oleh jihan dengan berjalan Ngesot, Al hasil, jalan jadi halus.Di tempat peristirahatan sekaligus tempat masuk area Air terjun, bayar lagi Rp. 3.000,-/orang…- hari gini ga ada yang gratis-. Masuk dan turun ke zona dingin, bersama beberapa wisatawan lainnya.

Foto Kenangan
Setibanya di air terjun, bermain-main air dah -terobati kelelahan selama di perjalanan-. Gue, memberanikan diri ke sebuah batu yang berada di tengah…semakin ketengah kedalaman kian curam-cekung…sempat terbesit ada perasaan khawatir -sejenak diam dan menenangkan hati, dan berbisik dalam hati ‘harus tenang, hir’-, So,  bisa juga sampai di batu tersebut, kemudian diikuti oleh Tifan, dan Eva. Berpose diri dihiasi riuk-riuk air di udara untuk pengambilan foto -inget bukan narsis, bahasa alusnya Ndeso-. Selepas bercengkrama dengan alam, kita berfoto bersama pengunjung lain sebelum meninggalkan tempat tersebut. - Oyah, ada hikmah lagi. Sebelum masuk ke air.pastikan barang berharga (e. HP, Jam, dkk) disimpan ditempat aman, karena HP Tifan di dalam saku, terendam…semoga HPnya masih bisa beroperasi dengan baik dan bisa dipakai untuk kebaikan, InsyaAllah-. Beristirahat beberapa waktu di tempat peristirahatan semula…

Istirahat dan berfoto sejenak
Setelah melepas lelah, mulai lah berangkat ke baseCam. Hal ga boleh dicontoh, yaitu istilah jatuh bersama. Jihan, dan danang -beruntung Eva ga-, bermula dari Eva yang berpegangan tas Danang. Salah tempat, Danang juga -otomatis kali yah, Thinking fast- memegang tas Jihan yang notabenya takut ketinggian. Terjadilah pembuktian gaya Gravitasi Bumi -ternyata di Katumiri ada Gravitasi juga-, Danang dan Jihan fall down...ketika kami yang lain ingin membantu bangkit, -tegang, serius, ga bercanda-.Jihan yang memulai ketawa, sontak Garing banget deh…- Mrs. ‘J’ sempat memarahi Danang, Eva Speechless…hehehe-. Ke BaseCamp…singkat cerita, perjalanan balik ditemani dengan turunnya Hujan, dan terjadi beberapa Jatuh-Bangun -Khusunya Tifan-.


by Tohir
_@H2_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar