Cerita ini tentang keluarga DPM'11 IT Telkom di Katumiri, hari Minggu 080412.
![]() |
| Kampus Putih-Biru |
Jihan,
seorang mahasiswa IT Telkom dari daerah ujung barat Indonesia, Nangroeh Aceh
Darussalam menjadi Pionir terselenggarannya acara di hari ini. Dibantu
temannya Eva dan Tito Toriq mengatur segala keperluan dan akomodasi.
Facebook_jejaring sosial (DPM IT Telkom 2011), menjadi pilihan utama
menyampaikan usulan agenda yang satu ini dengan mem-posting sebuah
gambar Gubuk kayu (seperti Villa mini). Beberapa komen dan postingan
baru terkait event kekeluargaan pun bermunculan…dan putusan lokasi jatuh
ke daerah Katumiri. Jarkom via SMS oleh ketiga panitia pun bersebaran
menghiasi alias memenuhi inbox kami (DPMer dan Setjend DPM 2011).
Bangun-membangunkan, ingat-mengingatkan diantara kami menjadi kesibukan
pagi ini…kumpul di Kampus, samping ATM Mandiri. Confirm-er yang masuk ke
Jihan ada sekitar 20-21 orang, tapi apa hendak dikata…
6 orang yang nongol untuk gabung, padahal Jihan sudah membeli nasi dan memasak banyak ekivalen dengan jumlah Confirm-er. Beberapa orang yang lain berhalangan dan disibukkan dengan aktivitas lainnya, adapun Doni dan Gendys menyusul sedangkan Tito menunggu di Cimahi., Diantara kami memutuskan untuk tetap berangkat, Kekecewaan tetap ada dan berusaha kami redam, Mengapplikasikan teori Positive Thinking… pasti ada hikmah dibalik ini semua. InsyaAllah… setelah saya (gue Tohir) menunggu dari sekitar jam 7.00, akhirnya pukul 08.15 kami berangkat.
6 orang yang nongol untuk gabung, padahal Jihan sudah membeli nasi dan memasak banyak ekivalen dengan jumlah Confirm-er. Beberapa orang yang lain berhalangan dan disibukkan dengan aktivitas lainnya, adapun Doni dan Gendys menyusul sedangkan Tito menunggu di Cimahi., Diantara kami memutuskan untuk tetap berangkat, Kekecewaan tetap ada dan berusaha kami redam, Mengapplikasikan teori Positive Thinking… pasti ada hikmah dibalik ini semua. InsyaAllah… setelah saya (gue Tohir) menunggu dari sekitar jam 7.00, akhirnya pukul 08.15 kami berangkat.
Perjalanan hari ini dimulai
Go to Katumiri
Porsi daya tampung angkot 15an orang Cuma diisi 7 orangan + supir, wah omber (alias lapang). Doa bersama kami panjatkan kepada Allah swt seraya meminta yang terbaik buat kebaikan kami bersama untuk kegiatan hari ini. Oboral-obrolan kecil pun bergema sesambil menikmati goyangan angkot. Alhamdulillah, perjalanan lancar meskipun tidak melewati jalan Tol…Ketika tiba di daerah Cimahi, setelah masuk Jl. Cianjuang si Angkot ijo pun mesti sabar dalam melaju, karena terjadi sedikit kemacetan…di jalan itu pula kami berjumpa dengan Tito Toriq -rumah di Cimahi-. Angkot semakin berkurang bebannya setelah Eva keluar mencari Celana Training bersama Tito naik motor.
Saat itu, posisi duduk saya di bagian depan
deket A.supir. Ketika di Pertigaan Jl.Cianjuang, saya melihat angkot
warna ijo di depan saya persis…kagum muncul dalam benak diri. Bukan
karena angkotnya, tapi
orang yang berada di dalam angkot tersebut. Pemandangan yang jarang saya temui -mungkin bagi kami-, Seorang perempuan yang sedang membuka Al-Qur’an, entah beliau sedang membaca, menghafal atau memaknai arti-arti kalamullah, intinya kedekatan beliau dengan Al-Qur’an…Subhanallah. Jarang bagi kita (orang Islam) -mungkin ada perasaan malu, takut muncul Riya’ atau takut dikatakan sok Alim- ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an di tempat umum atau kendaraan umum. (Hikmah : Pasti Allah swt. menjaga Kitab Suci-Nya melalui orang-orang seperti beliau, InsyaAllah). Di balik kesibukan aktivitas Duniawi, tetap berusaha dekat dengan_Nya...
Alhamdulillah keluar dari kemacetan dan sekarang bagian jalan menanjak. Ini ada satu hikmah lagi -versi pribadi- dari sedikitnya jumlah orang yang join dalam agenda kali ini yaitu ketika nanjak, tiba-tiba mobil mogok-jalan, mogok-jalan…beberapa kali. Banyangkan ketika angkot penuh pada saat itu, kemungkinan agenda kala itu dihabiskan di jalan…untuk mengurusi mobil. Hal ini bukan kebetulan semata, tapi pasti ada campur tangan -kehendak- Allah SWT. Tanjakan terlewati dengan cukup mudah…Puji Syukur kepada-Nya.
Porsi daya tampung angkot 15an orang Cuma diisi 7 orangan + supir, wah omber (alias lapang). Doa bersama kami panjatkan kepada Allah swt seraya meminta yang terbaik buat kebaikan kami bersama untuk kegiatan hari ini. Oboral-obrolan kecil pun bergema sesambil menikmati goyangan angkot. Alhamdulillah, perjalanan lancar meskipun tidak melewati jalan Tol…Ketika tiba di daerah Cimahi, setelah masuk Jl. Cianjuang si Angkot ijo pun mesti sabar dalam melaju, karena terjadi sedikit kemacetan…di jalan itu pula kami berjumpa dengan Tito Toriq -rumah di Cimahi-. Angkot semakin berkurang bebannya setelah Eva keluar mencari Celana Training bersama Tito naik motor.
![]() |
| Al-Qur'an in Our Heart |
orang yang berada di dalam angkot tersebut. Pemandangan yang jarang saya temui -mungkin bagi kami-, Seorang perempuan yang sedang membuka Al-Qur’an, entah beliau sedang membaca, menghafal atau memaknai arti-arti kalamullah, intinya kedekatan beliau dengan Al-Qur’an…Subhanallah. Jarang bagi kita (orang Islam) -mungkin ada perasaan malu, takut muncul Riya’ atau takut dikatakan sok Alim- ketika berinteraksi dengan Al-Qur’an di tempat umum atau kendaraan umum. (Hikmah : Pasti Allah swt. menjaga Kitab Suci-Nya melalui orang-orang seperti beliau, InsyaAllah). Di balik kesibukan aktivitas Duniawi, tetap berusaha dekat dengan_Nya...
Alhamdulillah keluar dari kemacetan dan sekarang bagian jalan menanjak. Ini ada satu hikmah lagi -versi pribadi- dari sedikitnya jumlah orang yang join dalam agenda kali ini yaitu ketika nanjak, tiba-tiba mobil mogok-jalan, mogok-jalan…beberapa kali. Banyangkan ketika angkot penuh pada saat itu, kemungkinan agenda kala itu dihabiskan di jalan…untuk mengurusi mobil. Hal ini bukan kebetulan semata, tapi pasti ada campur tangan -kehendak- Allah SWT. Tanjakan terlewati dengan cukup mudah…Puji Syukur kepada-Nya.
Arrived at Katumiri
Moncong
mobil memasuki area Katumiri dan berhenti di tempat Loket masuk,
Pembayaran 6 orang -40rb, sopir bantu tawar jadi 35rb + Angkot-. Bea
masuk Rp. 6.000,-/orang Dewasa. Menilik jam menunjukkan pukul 10.05 WIB.
Jihan melakukan Registrasi dan yang lain duduk-duduk, foto-foto, dll…
TRACKING
![]() |
| Start Tr |
Pukul
10.20an, Setelah registrasi, bergabungnya Eva n Tito, dan seuasi
persiapan keberangkatan… perjalanan menuju air terjun dimulai… Kami
-Tohir, Wawan, Tito, Danang, Tifan, Jihan, Eva, dan Martha- menapaki
jalan yang terjal, licin, dan berlika-liku…itu semua bukan suatu
hambatan ketika kita disuguhi pemandangan hasil Karya Cipta Sang
Pencipta yang wonderful view lah pokoknya. Tak salah
jika kita berjalan baru beberapa meter saja, besautan suara satu sama
lain untuk minta diambilkan foto -bukan narsis, tapi kawannya Narsis-.
Cerita lucu selama perjalanan, yaitu CEO Jihan takut licin dan
ketinggian -aneh dan benar-benar asli dah-, aneh aja kalau takut
ketinggian tapi pilih tempat outbond di pegunungan -ga lucu banget deh-.
Selama meniti jalan, beberapa kali Jihan bertingkah aneh, banyangkan
jalan yang bergitu ekstrim buanget -hiperbola- disapu oleh jihan dengan
berjalan Ngesot, Al hasil, jalan jadi halus.Di tempat peristirahatan
sekaligus tempat masuk area Air terjun, bayar lagi Rp. 3.000,-/orang…-
hari gini ga ada yang gratis-. Masuk dan turun ke zona dingin, bersama
beberapa wisatawan lainnya.
![]() |
| Foto Kenangan |
Setibanya
di air terjun, bermain-main air dah -terobati kelelahan selama di
perjalanan-. Gue, memberanikan diri ke sebuah batu yang berada di
tengah…semakin ketengah kedalaman kian curam-cekung…sempat terbesit ada
perasaan khawatir -sejenak diam dan menenangkan hati, dan berbisik dalam
hati ‘harus tenang, hir’-, So, bisa juga sampai di batu tersebut,
kemudian diikuti oleh Tifan, dan Eva. Berpose diri dihiasi riuk-riuk air
di udara untuk pengambilan foto -inget bukan narsis, bahasa alusnya
Ndeso-. Selepas bercengkrama dengan alam, kita berfoto bersama
pengunjung lain sebelum meninggalkan tempat tersebut. - Oyah, ada hikmah
lagi. Sebelum masuk ke air.pastikan barang berharga (e. HP, Jam, dkk)
disimpan ditempat aman, karena HP Tifan di dalam saku, terendam…semoga
HPnya masih bisa beroperasi dengan baik dan bisa dipakai untuk kebaikan,
InsyaAllah-. Beristirahat beberapa waktu di tempat peristirahatan
semula…
| Istirahat dan berfoto sejenak |
Setelah melepas lelah, mulai lah berangkat ke
baseCam. Hal ga boleh dicontoh, yaitu istilah jatuh bersama. Jihan, dan
danang -beruntung Eva ga-, bermula dari Eva yang berpegangan tas Danang.
Salah tempat, Danang juga -otomatis kali yah, Thinking fast-
memegang tas Jihan yang notabenya takut ketinggian. Terjadilah
pembuktian gaya Gravitasi Bumi -ternyata di Katumiri ada Gravitasi
juga-, Danang dan Jihan fall down...ketika kami yang lain ingin
membantu bangkit, -tegang, serius, ga bercanda-.Jihan yang memulai
ketawa, sontak Garing banget deh…- Mrs. ‘J’ sempat memarahi Danang, Eva Speechless…hehehe-.
Ke BaseCamp…singkat cerita, perjalanan balik ditemani dengan turunnya
Hujan, dan terjadi beberapa Jatuh-Bangun -Khusunya Tifan-.
by Tohir
_@H2_




Tidak ada komentar:
Posting Komentar