![]() |
| Sumber : www.a-com.com.au |
Akhmad Tohir[1]
Mata Kuliah Next Generation Network
Prodi Sistem Komputer Institut Teknologi Telkom
Ir.ato_cham11@yahoo.com[1]
Abstraksi
Cepatnya Laju kemajuan Teknologi dan Telekomunikasi yang disebabkan kehadiran NGN (Next Generation Network) yang membuat beberapa perangkat dan layanan harus menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Kehadiran NGN merubah model perbisnisan yang awalnya dapat dikerjakan oleh suatu perusahaan harus rela berbagi pendapatan dengan perusahaan lain. Hal ini merupakan sinyal baik bagi para lulusan IT untuk memperoleh atau membangun suatu lapangan pekerjaan baru. Sekarang ini, Perkembangan pasar IT dalam negeri yang sebagian besar fokus pada Selluler telah mencapai titik kejenuhan. Di lain sisi, masih belum banyak para spesialis IT di Indonesia yang melirik industri pertelevisian yang mulai berkembang, hal ini ditandai dengan pergeseran dari Televisi Analog ke Televisi Digital berbasis IP (IPTV). PT Telkom yang menjadi penyedia layanan dan jaringan terbesar di Indonesia telah menjadi pionir dalam menjalankan dan menyelenggarakan bisnis IPTV melalui TelkomVision. Ini akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi industri lokal khususnya penyedia konten untuk dapat menghadirkan ide-idenya dalam bentuk konten yang berkualitas.
Kata Kunci : NGN, IPTV, Penyedia Konten
1. Pendahuluan
Kemajuan teknologi digital di bidang Informasi dan Telekomunikasi semakin memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk memperoleh beberapa layanan sekaligus dalam sebuah teknologi.
Pada dasarnya bentuk penyedia layanan tersebut menuju pada model Next Generation Network yang menuntut konvergensi. Salah satu layanan konvergensi adalah IPTV (Internet Protocol Television) yaitu suatu layanan multimedia yang dalam bentuk televisi, video, teks, grafik, dan data yang berbasis IP (Internet Protocol) yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah atau interaktif dengan pelanggan.
Kemunculan IPTV merupakan peluang besar bagi para lulusan IT lokal untuk membuka lapangan pekerjaan dalam sisi penyedia layanan khususnya konten.
2. NGN
NGN (Next Generation Network) merupakan teknologi berbasis paket (IP) yang berkemampuan handal yang setiap vendor memiliki versi tersendiri dalam menentukan arsitektur NGN dengan memenuhi beberapa karakteristik NGN, seperti
3. IPTV
IPTV (Intenet Protocol Tele Vision) merupakan suatu layanan TV berbayar yang ditransmisikan lewat infrakstruktur jaringan internet dan ditonton di rumah melalui peralatan penerima TV dengan tambahan suatu STB (Set Top Box) yang khusus untuk IPTV. Jaringan IPTV adalah jaringan tertutup yang hanya dapat diakses oleh pelanggan-palenggannya saja.
3.1. Kelebihan IPTV
TV berbasis IP memiliki beberapa kelebihan yang menjanjikan, diantaranya sebagai berikut :
• Saat menonton TV bisa seperti menonton youtube,
• Video On Demand
• Merekam acara TV favorit bahkan acara yang belum ditayangkan
• Bisa menonton acara TV bahkan saat mesin merekam
• Bisa berinternet dengan kecepatan Megabyte
• Bisa menonton TV internet lain yaitu dari www.jumptv.com atau dari website yang memiliki video dengan kecepatan download Mbps
• Bisa dipakai untuk menelepon dan sms.
• Bisa memesan game (Game On Demand)
• Bisa memesan lagu.
• Bisa ikut berpatisipasi secara langsung dalam voting dan dapat lihat hasil voting secara langsung.
Intinya adalah IPTV merupakan kebutuhan komunikasi, informasi dan hiburan terkini dalam satu paket.
4. Pertumbuhan IPTV di Dunia
4.1. IPTV di Dunia
Di luar negeri, Perkembangan IPTV menunjukkan hasil yang positif dari tahun ke tahun. Dari grafik pertumbuhan langganan IPTV di dunia,
Dari dua grafik di atas dapat diperoleh kesimpulan bahwa masa depan Televisi Digital akan terus tumbuh dari tahun ke tahun.
4.2. IPTV di Indonesia
Tahun 2009, PT. Telkom yang merupakan perusahaan Negara sekaligus penyedia layanan dan jaringan terbesar di Indonesia, mulai meluncurkan IPTV melalui TelkomVision (IPTV Telkom Groovia). Penerapan IPTV baru dapat dinikmati di kota-kota besar saja dan kebanyakan dalam apartemen-apartemen. Program pemeritah akan mengarahkan pergeseran dari Televisi Analog ke Digital, dan pada tahun 2016 diharapkan seluruh Indonesia sudah menggunakan IP Digital (IPTV). Belum banyak orang melirik bisnis yang terkait IPTV karena masih terbilang baru di Indonesia.
5. Prospek Penyedia Layanan Konten IPTV di Indonesia
Pada 19 Mei 2011, Anak perusahaan PT Telkom tbk yaitu TelkomVision, menggandeng penyedia layanan konten lokal (14 produsen dan 8 peusahaan musik Indonesia) untuk mendukung pengembangan layanan IPTV Telkom Group. Salah satu penyebab sukses tidaknya IPTV adalah konten yang dimuatnya.
Menurut Elvisar, pada tahun 2010, berbagai pencapaian berhasil dilakukan TelkomVision, antara lain total pertumbuhan subscribers TelkomVision sebesar 19%, meningkat 46% dibanding tahun sebelumnya. Revenue TelkomVision meningkat sebanyak 122% dibanding tahun sebelumnya dibanding pertumbuhan revenue industri sebesar 37%.
Di Indonesia, sudah mulai bermunculan penyedia layanan IPTV baru seperti PT. Prodibee Indonesia, Peluang besar bagi pengusaha lokal untuk mengambil kesempatan besar dalam mengisi konten-konten IPTV yang nantinya akan diperlancar dengan perbaikan infrastruktur.
Dalam survey rating yang dilakukan untuk Lembaga Penyiaran TV, terbukti bahwa konten-konten lokal mayoritas menempati peringkat atas dibanding dengan konten-konten dari luar negeri, hal ini membuktikan bahwa konten yang dibuat di dalam negeri sangat diminati oleh pemirsa/pelanggan. Dengan penggelaran IPTV, diharapkan produksi konten lokal akan lebih meningkat lagi, sehingga selain konten menjadi pilihan masyarakat, selanjutnya dapat pula diexport ke negara-negara tetangga.
6. Regulasi IPTV
Dalam memperlancar pelaksanaan IPTV di Indonesi, adapun Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor : 11/PER/M.KOMINFO/07/2010 tentang Penyelenggaraan Layanan televise Protokol Internet (Internet Protocol Tele Vision/ IPTV). Dengan adanya peraturan tersebut, pengusaha lokal akan dilindungi dari persaingan pihak asing yang masuk ke Indonesia sehingga pengusaha lokal akan survive dalam bersaing.
7. Kesimpulan
Ketika IPTV berjalan di Indonesia, banyak dibutuhkannya konten-konten untuk ditampilkan. Pelaku industri konten diharapkan dapat menciptakan konten-konten berkualitas dan ini akan membuat persaingan dalam pembuatan konten tumbuh pesat di Indonesia. konten-konten tersebut di atas yang saat ini diakses secara terpisah, dapat dikemas secara terintegrasi menjadi satu paket, satu device, satu layanan, satu perangkat, yang bersifat “personal” dengan biaya yang memadai.
IPTV diharapkan dapat menjadi peluang bisnis industri dalam negeri, dalam hal “content”. Kedepannya, saya berinisiatif untuk membuka layanan penyedia konten setelah lulus dari IT Telkom. Dengan mengajak rekan-rekan yang berkompeten dalam bidangnya, masing-masing untuk memulai, mengenalkan, mempromosikan dan menjual konten yang kami miliki.
DAFTAR PUSTAKA
[1] H. Erry Budianto, “ Telkom Meluncurkan Televisi interaktif IPTV pertama di Indonesia”,
http://www.surabayawebs.com/index.php/2011/03/02/telkom-meluncurkan-televisi-interaktif-iptv-pertama-di-indonesia/
[2] “Internet Protokol TV / IPTV di Indonesia kini sudah di pelupuk mata”,
http://tvkuindo.wordpress.com/kini-internet-protokol-tv-iptv-di-indonesia-kini-sudah-di-pelupuk-mata/
[3] “Telkomvision Gandeng Penyedia Konten Lokal Kembangkan IPTV”
http://www.investor.co.id/home/telkomvision-gandeng-penyedia-konten-lokal-kembangkan-iptv/12244
[4] “Draft White Paper IPTV”,
http://www.pdfio.com/k-187649.html#
[5] “IPTV - Primadona Baru TV Berbayar” http://dc206.4shared.com/doc/lFRstbHj/preview.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar